Cerita Miris di balik Pasar Cantik yg Kena Suntik Botox — The “NEW Traditional” Market

Agustus tahun lalu, hampir ratusan pedagang yang menempati blok A (bagian utara) Pasar Desa Ubad merasa ketar-ketir. Mereka harus segera mengemasi barang dagangannya dan segera pindah menuju ke pasar sementara (Singokerto) yang berkilometer jauhnya dari pusat keramaian Desa Ubad. Atas nama kepatuhan kepada PEMANGKU ADAT/PEMANGKU KEKUASAAN YANG BERWENANG, dengan keluhan-keluhan yang hanya tersimpan dalam diri, mengingat sifat masyarakat Desa Ubad yang agak KOH NGOMONG, mau tak mau dengan penuh keengganan mereka pun melaksanakan ANJURAN tersebut. Padahal pada masa itu mereka sudah akan memasuki “high season”. ANJURAN itu adalah pindah sementara ke pasar sementara, karena blok A konon akan diperbaiki (*faktanya dipercantik/disuntik botox). Pembangunan pasar sementara Singokerto inipun konon sebagian dibiayai oleh para pemilik kios yang kena gusur. Biaya yang mereka keluarkan pun BUKAN JUMLAH YANG KECIL.  Barang siapa yang tetap ingin memiliki kiosnya kembali, anda harus siap dengan SEJUMLAH UANG untuk menjamin hal tersebut. Dari beberapa kabar yang terdengar hingga saat ini, banyak pedagang yang harus meminjam uang  puluhan juta di bank untuk hal itu,  ada pula yang sudah membayar uang jaminan tersebut namun mendapatkan kios yg ukurannya jauh lebih sempit dan bahkan beberapa pedagang tidak mendapatkan kiosnya kembali.

 

Kembali kepada proses perpindahan, beribu perbincangan telah dilakukan oleh para pemilik kios dan panitia pembangunan pasar (yang saya pun warga lokal tak tahu siapa) agar proses perpindahan ke pasar sementara agar dilakukan setelah “high season”, namun mereka tak diberi pilihan lain. Sekali lagi atas nama KEPATUHAN dan KOH NGOMONG, para pedagang pun setuju.  Selain itu pula, selain membiayai sebagian pembangunan pasar sementara, para pedagang pun diwajibkan untuk menyumbangkan sebagian dana dalam pembangunan kembali pasar blok A. Tambahan pula, mereka tidak memiliki hak untuk memberikan input dalam pembangunan tersebut, misalnya saja memberikan input terhadap desain bangunan.

 

Hamper setahun sudah Pasar Cantik Desa Ubad beroperasi. Apapun hal baru pasti menimbulkan komentar negative dan positif. Namun hingga saat ini, komentar yang kebanyakan muncul adalah komentar kekecewaan. Dari apa yang saya dengar sendiri, kebanyakan masyarakat, para pedagang berpendapat;

 

 “adi care mol” … “kok kayak mall” …

“kone peken tradisional” ….”kan katanya pasar tradisional” …..

“adi kene dadine” … “kok begini jadinya” ….

“jegeg sih jegeg” …. “cantik sih cantik” …

“adi jeg ade ane kuangan rasane” …. “kok sepertinya ada sesuatu yang kurang ya” …..

 

Semua yang saya tulis ini adalah sedikit nyata dan sedikit imajinasi. Jika ada para pihak yang merasa apa yang yang saya tulis ini benar adanya, artinya anda percaya dengan cerita ini. Jika ada yang tidak percaya, ya silahkan. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tempat dan nama orang (jika ada yang merasa). Hanya bermaksud berbagi cerita. 

Advertisements

5 thoughts on “Cerita Miris di balik Pasar Cantik yg Kena Suntik Botox — The “NEW Traditional” Market

  1. Mungkin yg menarik dicari tau kenapa pedagang (semua?) masih berkata seperti diatas. Apakah karena terlalu bersih (shg tdk spt peken tradisional, atau krn pendapatan yg berkurang? Semuanya hny pencerita yg bisa menjawab. Nice to read, Dayu.
    Hery

    • Karena sesuatu dan lain hal, gambarnya tidak ditampilkan :), sengaja tidak ditampilkan. Nama dan tempat hanya fiktif belaka. Ceritanya fakta. Demi keamanan pihak terkait 🙂

      • Kan fotonya bisa disamarkan, ada banyak cara sekarang dibuat sketsa atau sejenisnya (eh, ini pembaca permintaannya banyak) :D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s