30 HARI BERLAYAR KE NUSANTARA TIMUR – PART 2

Sail Morotai 2012

Indonesia di Sail Morotai 2012

Setelah menunggu waktu yang tepat (sebenarnya nunggu mood buat nulis sih), setahun berlalu sejak pelayaran Sail Morotai 2012 berlangsung, kurang lebih 7 bulan setelah Part 1 dipublish pada tanggal 12 Juni 2013, akhirnya dengan penuh puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (ini bukan kata pengantar skripsi kan? *asking myself*), part 2 dari 30 HARI BERLAYAR KE NUSANTARA TIMUR – PART 2 telah siap diramu.

 Sedikit pendahuluan dulu…..

Sail Morotai ini menggunakan KRI Surabaya 591 (kapal milik TNI AL) dimulai sejak tanggal 29 Agustus hingga 24 September 2012. Rute perjalanannya adalah Jakarta – Ambon – Sorong – Raja Ampat – Ternate – Morotai – Makasar – Jakarta.

 Yang ikut siapa saja ……

Kegiatan ini diikuti oleh 422 orang peserta yang terdiri dari Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Pramuka, Pondok Pesantren dan Karang Taruna tingkat Pusat/Provinsi/Kab/Kota, Pemuda perwakilan dari Kementerian/Lembaga tingkat Pusat; ada peserta pemuda perwakilan dari Kemenpora, DIKTI, Kemenag, Kemensos, Kemenkes dan Kemenlu (ASEAN dan Timor Leste), BKKBN dan LIPI.

Berfoto, bersama sebagian teman-teman senusantara diatas Kapal Republik Indonesia (KRI) 591

Berfoto, bersama sebagian teman-teman senusantara diatas Kapal Republik Indonesia (KRI) Surabaya 591

Sedikit berbeda dari program sebelumnya, kali ini Kemenlu  mengundang pemuda perwakilan negara-negara ASEAN dan Timor Leste; Thailand dan Filipina, namun yang hadir hanya 2 perwakilan negara saja, yaitu 2 orang wakil dari Thailand, mereka adalah Sukanya Onsri, dengan nama keren Rainy dan Kritsapas Kanjanamekanant, namanya yang cukup susah untuk diucapkan, dan dia memperkenalkan dirinya dengan nama Kris (jauh lebih gampang untuk diucapkan.

Perwakilan Thailand ( Rainy & Kris)

Perwakilan Thailand ( Rainy & Kris) dengan pakaian kenegaraan

                                                                                                                   Kemudian ada Darwin Neil Moreno, perwakilan dari Filipina.

dawr

Darwin Moreno, perwakilan Filipina (berjacket merah)

Bali sendiri mendapat jatah 3 pasang putra-putri, salah satunya adalah Diah Respati W, aku sendiri, wakil yang lain adalah Dewa Sanjaya, Komang Sudiana, Eka, Icha dan Nengah. Rata – rata mereka semua masih pelajar dan mahasiswa, hanya aku sendiri dan Eka yang sudah  bekerja dan batang usianya  lumayan tinggi. Namun berbicara mengenai semangat, jiwa masih sangat muda, bahkan terkadang sedikit kekanak-kanakan, singkatnya angka boleh 25 namun mental age masih 17 tahun. ….. (hahahahahaha … maksa banget kan).

Image

Kontingen Kapal Pemuda Nusantara Prov. Bali siap beraksi dalam malam kesenian

Kembali lagi ke kegiatan ……

Pada tanggal 27 Agustus 2012, semua peserta sail dari seluruh Indonesia tiba di JICT, Tanjung Priok Jakarta dan melakukan registrasi ulang di panitia. Kusam, gelap, panas …. Kata-kata pertama  yang muncul saat tiba di JCIT, Tanjung Priok. Dalam hati berkata, wow ini di Jakarta ya …. (walaupun ini bukan kunjungan pertama aku ke Jakarta, tetap merasa asing).

Saat akan masuk ke atas kapal, ke daerah tank deck …. masalah pertama muncul, koper yang aku bawa cukup besar (± 50 x 30 cm, cukup besar karena banyak kostum tari), sementara jalan masuk ke atas kapal adalah lempengan baja miring, bergotong-royonglah kami berenam untuk menaikkannya.

Harus menyeret-nyeret koper segi empat panjang  ke dalam KRI

Harus menyeret-nyeret koper segi empat panjang ke dalam KRI

Masalah kedua muncul lagi, berdasarkan pembagian kamar, aku mendapat bagian kamar di deck H ruang 3, dan itu terletak 1 lantai dari tank deck ….. perjuangan dimulai, tangga yang kecil dan sempit dengan koper yang gede … Tak percuma aku menamai diri sendiri WW (wonder woman), akhirnya mission accomplished.

R-O3H menjadi kabinku dalam 30 hari pelayaran.

Sebenarnya adalah kabin prajurit dengan kapasitas kurang lebih 54-an orang dan tempat tidur kecil susun 3. Sialnya aku, karena memang baru sampai belakangan, yang masih sisa hanya tempat tidur tingkat paling atas, ampun deh ….dengan tinggiku yang mencapai 170 cm, yang paling memungkinkan saat berada diatas tempat tidur hanya duduk dan menunduk dengan posisi kepala menunduk 45 derajat.

 Kegiatan yang dilaksanakan pada hari pertama diatas kapal adalah adalah kegiatan pembekalan kehidupan di kapal, pembagian kelompok serta latihan pelepasan.

Pembekalan kepada para peserta dari narasumber Kemenpora (Menpora sendiri, yang saat itu dijabat oleh Pak Andi Malaranggeng) serta beberapa pejabat tinggi dari TNI AL

Pembekalan kepada para peserta dari narasumber Kemenpora (Menpora sendiri, yang saat itu dijabat oleh Pak Andi Malaranggeng) serta beberapa pejabat tinggi dari TNI AL

Malam pertama peserta di kapal, kegiatan diisi dengan pembekalan bagaimana cara hidup di kapal, bimbingan dari pihak Kemenpora serta TNI AL

Malam pertama peserta di kapal, kegiatan diisi dengan pembekalan bagaimana cara hidup di kapal, bimbingan dari pihak Kemenpora serta TNI AL

Esok harinya, 28 Agustus 2012, pelayaran LNRPN/KPN Sail Morotai yang difasilitasi oleh KRI Surabaya 591 bertolak dari Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Ambon. Satuan tugas ini dilepas oleh Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) HR. Agung Laksono dengan sebuah upacara pelepasan.

Upacara Pelepasan Satuan Tugas Sail Morotai 2012

Upacara Pelepasan Satuan Tugas Sail Morotai 2012

Pelayaran dimulai, jantung berdetak, rasa haru, bangga, takut semua bercampur jadi satu.

Aku berlayar ……. !!!!

Saat KRI Surabaya 591 meninggalkan pelabuhan dan memulai perjalanan kami.

Saat KRI Surabaya 591 meninggalkan pelabuhan dan memulai perjalanan kami.

Advertisements

7 thoughts on “30 HARI BERLAYAR KE NUSANTARA TIMUR – PART 2

  1. kaka ke-3

    nice try ka..
    boleh kritik saran ya?

    1. layout ud ok.
    2. penampilan tjakep.
    3. judul terlalu luas,sementara cerita di dalamnya masih terbilang 15% saja, karena dayu baru menceritakan pembukaannya. kalo mau dipecah crtnya, sebaiknya judul dipersempit saja, dayu. coba deh dibaca ulang.
    4. bahasa lumayan kok walau masih tanggung. coba bercerita dengan lebih santai ala dayu. ejie belum ketemu dayu di tulisan itu.
    5. tulisan tak harus sempurna, beranikan menulis. dayu udah dapet tuh. tinggal bagaimana kita berusaha memperbaiki tlsn saja.

    semangat menulis ya kaka ke-3. seneng deh ejie baca tulisannya. jadi kangen teman2 dan suasana kapal 🙂

    keep writing, dayuuuu.. ditunggu cerita berikutnya yaaa 😉

  2. Ini pengalaman yang tak semua orang miliki/mau lakukan. Enak dibaca 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s